In House Training Peningkatan Kompetensi Dasar Sopir Ambulans NU Ponorogo

Gambar Artikel

In House Training: Peningkatan Kompetensi Dasar Sopir Ambulans NU dalam Rangka Peringatan Hari Santri

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, RSU Muslimat Ponorogo menyelenggarakan kegiatan In House Training bertajuk “Pelatihan Kompetensi Dasar Sopir Ambulans NU”, yang dilaksanakan di Aula RSU Muslimat Ponorogo.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari pengemudi ambulans desa, ambulans NU, serta ambulans dari berbagai klinik di wilayah Ponorogo dan sekitarnya.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar dan profesionalisme para sopir ambulans dalam menangani situasi gawat darurat, baik di jalan maupun saat proses evakuasi pasien. Materi pelatihan mencakup dasar-dasar keselamatan berkendara, komunikasi efektif dalam kegawatdaruratan, penanganan pasien selama transportasi, serta etika pelayanan kemanusiaan.

Dalam sambutannya, Direktur RSU Muslimat Ponorogo menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat Hari Santri, yaitu pengabdian, kepedulian, dan tanggung jawab sosial, terutama dalam bidang kemanusiaan dan pelayanan kesehatan.

“Para sopir ambulans adalah ujung tombak layanan gawat darurat. Dengan pelatihan ini, kami ingin memastikan setiap pengemudi memiliki keterampilan dan sikap profesional dalam menjalankan tugas mulia mereka,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga simulasi lapangan mengenai prosedur evakuasi pasien dan pengamanan di lokasi kejadian. Instruktur pelatihan berasal dari tim Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Muslimat Ponorogo dan tenaga pelatih dari LKNU Ponorogo.

Di akhir acara, seluruh peserta mendapatkan sertifikat pelatihan kompetensi dasar sopir ambulans, sebagai bentuk pengakuan atas peningkatan kemampuan mereka.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun jejaring ambulans NU yang profesional, sigap, dan berdaya juang tinggi dalam melayani masyarakat. Semangat Hari Santri menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak hanya dilakukan di pesantren, tetapi juga di jalan-jalan kemanusiaan — termasuk di balik kemudi ambulans yang siap menolong kapan pun dibutuhkan.